The Reason Why I Like K_Drama

Banyak orang yg tanya, kenapa saya suka K_Drama. Apa karena ceritanya yang seperti dongeng, pemainnya yang ganteng dan cantik yang hampir ga ada di dunia nyata? Bukan... Bukan itu semua. Justru saya suka drama korea karena saya baru tahu, bahwa kisah cinta saya seindah Drama Korea. Jadi bukan saya memimpikan kehidupan percintaan indah seperti drama korea, tapi justru kisah saya sama indah seperti drama korea. Saya mengada ngada? Tentu tidak.

Saya tahu kisah saya seindah drama korea itu setelah 8 tahun menikah. Saya suka drama korea sudah lama. Pertama kali yg saya tonton adalah: Full House, Boys Before Flower, Princess Hour, dan I Miss you. Saat nonton drama tersebut saya biasa aja. Walau saya suka jalan ceritanya. Tapi... Ketika saya menonton drama My Daughter Seoyoung, ada 2 episode yang saya tonton berulang ulang. Kenapa? Ya karena itu mirip kisah percintaan saya. Mirip loh yaa... Bukan sama. Mirip.


Di episode itu, kalau ga salah episode ke - 8 dan 40-an. Saat Lee Seo Young (female lead diperankan Lee Bo Young) pergi ke desa asal mamanya naik bis sendirian untuk mengantarkan abu jasad mamanya, dan Kang Woo Jae (Male lead diperankan : Lee Sang Yoon) mengikutinya diam diam dengan mobil karena ga ingin Seo Young pergi sendiri. Mengikuti kemanapun Seo Young pergi, sampai mencarikan sepatunya yang terbawa air sungai. Juga saat Seo Young pergi sendirian ke gunung buat hiking, Woo Jae mengikuti dia walau tanpa pakaian yang pas krn dapat kabar mendadak, dan dia sampai terpeleset demi melindungi Seo Young. Trus samanya di mana?

Saat itu, sekitar tahun 2002an, saya masih kuliah di UT Jakarta. Setiap kali ujian, itu kami numpang di sekolah sekolah, karena UT ga punya gedung sendiri. Saat itu perkuliahan karyawan bukan hal yg gampang dicari. Dan saya tidak punya banyak waktu untuk menghadiri kuliah reguler. Maka saya pilih kuliah di UT Jakarta (saya belum tahu UT Bogor, karena baru tinggal di Bogor 2 tahun, Jadi ga hapal wilayah Bogor). Setiap kali saya ujian, saya selalu minta tolong suami saya (Dulu baru teman istimewa yaa), Untuk mencarikan lokasi ujian saya. Biasanya sehari sebelumnya dia survei lokasi, dan kasih saya arahnya. Dimana dan harus naik apa ke sana. Dulu belum ada ojol dan taxi mahal banget. Terkadang dia nganterin saya, karena katanya kuatir saya nyasar sendiria. Setiap ujian saya selalu bermalam di rumah paman di daerah Pondok kelapa - Jakarta demi efisiensi waktu, karena ga mungkin berangkat subuh subuh dari Bogor. Jadilah hari itu, dia janji mau jemput saya buat antar saya ujian. Dia biasa jemput habis subuh. Karena jadwal ujian saya pagi pagi. Tunggu punya tunggu, sampai jam 6 pagi dia belum datang juga. Jadi saya akhirnya berangkat sendiri, beruntung saya masih hapal rutenya. Dan tiba di lokasi ujian dengan waktu yang mepet.

Selesai jam pertama, saya merasa ada sosok yang merhatiin saya di balik jendela. Reflek saya menoleh, ternyata dia di sana dengan muka bersalah dan dua tangan tertangkup di dada. Bibirnya berucap kata maaf berulang ulang. Saya sampai kaget. Sejak kapan dia ada di sana? Dan akhirnya saya tahu... Dia bangun kesiangan dan sampai di rumah paman saya, saya sudah berangkat. Dia ngejar pakai ojek dan menyetop bis yang dia lihat, untuk melihat apakah saya ada di dalam. (gila banget kan?) Sampai di lokasi, dia menyusul ke ruangan, tetapi ujian sudah dimulai. Dia hapal dimana saya duduk, jadi dia menyelinap di belakang pintu, berharap saya menoleh ke jendela dan tahu dia tidak ingkar janji. Selama 1 jam 30 menit dia menunggu saya sadar bahwa dia di sebelah saya selama itu. Ooowwhh so sweet banget ga siih. Mau marah pun ga jadi. Malah timbul rasa kasihan. Segitunya perjuangannya menjaga saya.

Dan kalau saya marah, ga mau diantar pulang atau ga mau diantar dia saat lagi ngambek, dia benar ga akan antar saya, tapi dia akan mengikuti saya dari belakang. Naik 1 rangkaian kereta walau beda gerbong, dan dia akan berpindah ke tiap gerbong di setiap stasiun, sampai dia ada di gerbong yang saya naiki. Jadi begitu saya sampai tujuan, dia pasti sudah ada di sana. Dia selalu memastikan saya selamat. Itu yang buat saya luluh karena sikap dan perhatiannya.

Jadi saya suka drama korea bukan karena saya suka fantasi, tapi karena percintaan di drama korea hampir mirip dengan kisah saya. Dan sikap pria dalam hidup saya (suami), mirip sikap pria dalam drama korea. Jadi saya yakin... Bucin itu bukan cuma dalam drama, tapi saya mengalami sendiri dan melihat seberapa bucin suami saya dulu. Dan suami saya, ga kalah romantisnya kaya Hyun Bin atau Lee Min Ho. Mereka akting, tp suami saya sungguhan😂😂. Jadi kalau mereka tergila gila dan berharap pasangan sikapnya seperti para aktor tersebut, suami saya jaauuh lebih romantis dari para aktor itu. 😊
Dan Drama Korea, adalah alternatif tontonan disela sela serbuan sinetron yang ga masuk akal.

Komentar

Postingan Populer