Sebuah Perbandingan

Pernah ga sih, selalu dibanding bandingkan dengan orang lain. Sebuah contoh : 


"Si ibu A, orang kaya beli rumah di perumahan X, itu kan kawasan elite. Tapi dia ga betah loh. Karena iurannya Rp. 150.000/bln. Katanya ga sanggup. Padahal gajinya 2 digit. Dia milih jual rumah dan beli di kampung."

 (Intinya sih mungkin mau bilang gini ke aku; dia aja orang kaya ga sanggup, masa kamu yg "biasa aja" sok sok an tinggal di kawasan yg ber-iuran mahal)


Dalam hatiku: 


Yaelaaahh... Orang medit banget itu mah. Kalau memang iurannya sebulan segitu sebanding dengan kenyamanan dan keamanan yaaa... Worth it lah. 


Lagi juga, apa iyaaa... Dia pindah lagi karena ga sanggup sama iurannya? Mungkin aja ada alasan lain. Mungkin dia ga nyaman tinggal di komplek elite, ga bisa pinjam garem sama tetangga klo pas keabisan stok. Beda dengan tinggal di kampung atau di komplek perumahan BTN (Bayar Tapi Nyicil) yang walau penghuninya rata rata punya mulut bocor, tapi ga pelit sama garem. 


Lagi juga kalau misal nih, kita tinggal di suatu kawasan yang penghuninya terbatas, tapi pgn nyaman dengan security 24jam ya otomatis iurannya lebih mahal, karena penghuninya sedikit. Coba aja klo penghuninya banyak, ga bakal berat. Karena semakin banyak orang semakin banyak nilai yang di dapat. 


Intinya mau tinggal di manapun, ada konsekuensinya. Kalau memang ga ada pilihan lain selain tinggal di lokasi itu dengan cost yang mahal, santai aja. Woles. Yakin ada rezekinya. Niatin iuran itu buat bantu dan sedekah ke security-nya. Toh kenyamanan dan keamanan kita yg rasain. Stop banding bandingin kemampuan manusia yang satu dengan manusia yang lain. 


Pepatah bilang; " Tidak ada perbandingan antara matahari dan bulan, mereka bersinar saat waktunya tiba" 


Komentar

Postingan Populer