Selamat jalan Kocheng Orens Bar Barku


Kuna... dua tahun lalu, saat kamu berumur 3 hari, emakmu kabur entah kemana ninggalin kamu di teras rumah dalam keadaan lapar dan dingin. Dia lebih memilih kabur sama garong buluk, ketimbang ngurus kamu dan 3 saudaramu. Dari ke 4 kitten, cuma kamu yg bisa survive. Setelah kamu umur 1 bulan emakmu yang gendeng datang lagi dalam keadaan buncit. Dan kabur lagi setelah adik adikmu lahir. Kamu yang baik, mau bantu ngurus adik adikmu dengan cara buat mereka tetap hangat dengan tubuhmu. Walau umur mereka ga seberuntung kamu.

Kamu bertumbuh selayaknya kucing normal. Walau tanpa induk yang ngajarin kamu berburu, tapi reputasimu sebagai keturunan orens bar bar ga diragukan. Kamu selalu pulang bawa oleh oleh hasil buruanmu ke rumah. Entah itu tikus, belalang, kodok atau londok. Dan selalu buat mama jerit jerit kalau tikusnya masih hidup. Dan tatap matamu akan kecewa kalau mama buang buruanmu. Sampai suatu hari mama bilang; "mama ga doyan tikus juga londok. Jangan dibawa pulang. Sekali kali dong tangkep burung, masa tikus mulu"
Dan kamu buktikan. Kamu bawa pulang burung ke rumah.

Kamu ga pernah nyusahin mama. Ketika kamu mulai bisa lompat pagar, kamu lebih suka poop di luar rumah, ketimbang di litter box yang mama sediain. Dan mama ga pernah tau WC kamu di mana. Karena di sekitaran rumah bersih dari kotoran kucing.

Kamu selalu ngeyel dan keras kepala, kalau sudah bertengger di atas kap mobil dan tau ayah mau berangkat kerja. Kamu ga akan mau diturunin dari atas mobil. Kamu selalu ingin antar ayah kerja sampai di depan rumah amih. Kamu akan duduk manis di atas mobil dan baru mau turun setelah sampai di rumah amih. Itu setiap hari kamu lakukan. Sampai sampai orang sekitar mahfum dengan kelakuanmu.

Ketika mama bawa dua anabul ke rumah, kamu sangat marah. Dan pergi dari rumah. Kamu ngambek. Tapi ga lama kamu pulang dan bermanja manja, karena kamu lapar kan? Ga ada yang kasih makan 😊. Dan kamu jadi manja. Setiap kali pulang main atau mau keluar, kamu akan teriak teriak di depan pintu sampai mama bukain pintu. Kamu jadi malas lompat pagar.
Setiap kali kumpul dengan anabul, kamu memilih duduk dipangkuan mama dan memandang tajam ke arah mereka, seolah olah bilang; "ini mamaku, kalian anak baru, Minggir!!" Kamu selalu bersikap kasar sama anabul, tapi saat mereka tidur, dengan penuh sayang kamu akan grooming mereka. Tampilan kamu memang orens bar bar, tapi hati kamu hello kitty.  Mama nyebutnya tsundere cat. Garing di luar, lembut di dalam 🤭

Kuna... Pagi tadi kamu pulang dalam keadaan yang sangat menyedihkan setelah 3hari ga pulang. Kamu seperti tau, itu saat saat terakhirmu. Kamu ga mau mama nunggu nunggu kamu pulang dan khawatir. Kamu paksakan pulang dengan kondisi tubuh yang lemah. Karena kamu ingin saat terakhirmu ada di rumah ini kan? Kamu ingin mama lihat kamu dan melepas kamu. Kata kata mama yang terakhir ke kamu; "kalau kunkun sudah ga kuat, kunkun mau pergi... Silahkan nak, mama ikhlas, mama ga mau liat kunkun kesakitan kaya gini..." Dan kamu cuma mandangin mama dengan nafas yang tersengal sengal seolah pamit. Mama janji ga akan nangis... Tapi ga urung mama nangis juga. Mama ikhlas kun, dan terima kasih sudah pulang demi mama. Hingga bisa kasih kamu penguburan yang layak. Maaf ya kun atas segala kekurangan mama saat mengurus kamu. SELAMAT JALAN KUNA...
Semoga kamu tenang di sana. Kamu sudah ga sakit lagi... 😘🥰

Komentar

Postingan Populer